MOTIVASI DAN ORGANISASI

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1     Pengertian Motivasi dan Organisasi

Motivasi berasal dari bahasa Latin movere yang berarti dorongan atau gerakan. Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah satu tujuan. MOtivasi atau motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan, suatu driving force yang menggerakan manusia untuk berbuat sesuatu yang mempunyai tujuan tertentu. Tidak bisa dipungkiri, setiap tindakan yang dilalukan manusia selalu diawali dengan motivasi.

Pengertian motivasi menurut French and Raven “Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways, motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu”.

Pengertian motivasi menurut Mc Donald “Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”.

Pengertian motivasi menurut Gray “motivasi sebagai sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu”.

Organisasi berasal dari bahasa Yunani Organon yang berarti alat. Organisasi adalah suatu kelompok orang dua atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Pengertian organisasi menurut Stoner “Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama”.

Pengertian organisasi menurut James D. mooney  “Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama”.

Pengertian organisasi menurut Chester I. Bernard “Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih”.

Salah satu studi tentang Organisasi adalah Perilaku Organisasi. Perilaku Organisasi adalah salah satu ilmu ynag mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, dan dampaknya terhadap kinerja. Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang. Bidang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis dengan para praktisi seperti Peter Drucker dan Peter Senge yang mengubah penelitian akademik menjadi praktik bisnis. Perilaku organisasi menjadi semakin penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai latar belakang dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien. Namun bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena asumsi-asumsinya yang etnosentris dan pro-kapitalis. Terlepas dari itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.

3.2     Motivasi Dalam Organisasi

Salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan suatu organisasi/instansi adalah motivasi kerja SDM yang ada dalam lingkungan organisasi/instansi tersebut. Motivasi merupakan variabel perantara yang digunakan untuk menerangkan faktor-faktor dalam diri individu, yang dapat membangkitkan, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku suatu tujuan tertentu (J.P. Chaplin).

Motivasi berhubungan dengan kekuatan (dorongan) yang berada di dalam diri manusia, sehingga motivasi kerja menunjuk pada kondisi-kondisi (di dalam dan di luar individu) yang menyebabkan adanya keragaman dalam intensitas, kualitas, arah dan lamanya perilaku kerja.

“Suatu organisme (manusia/hewan) yang dimotivasi akan terjun ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tanpa dimotivasi. Selain menguatkan organisme itu, motivasi cenderung mengarahkan perilaku (orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan untuk dimakan; orang yang haus, untuk minum; orang yang kesakitan, untuk melepaskan diri dari stimulus/rangsangan yang menyakitkan” (Atkinson, Atkinson, & Hilgard, 1983).

Pengertian motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Motivasi meliputi motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri sendiri, timbulnya motivasi internal disebabkan karena adanya kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang. Kekuatan ini akan mempengaruhi pikirannya, yang selanjutnya akan mengarahkan perilaku orang tersebut. Contoh, seorang karyawan yang ingin mendapatkan nilai yang memuaskan dalam penilaian kinerja akan menentukan perilaku karyawan dalam memenuhi syarat penilaian tersebut, setelah memikirkan dalam-dalam maka perilakunya mungkin akan menjadi karyawan yang rajin dalam bekerja, tidak datang terlambat, tidak pernah absen dan mematuhi peraturan. Dan juga sebaliknya jika seorang karyawan tidak memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai nilai yang memuaskan maka dalam perilaku akan asal-asalan juga. Motivasi eksternal adalah motivasi yang bersumber dari luar yaitu kekuatan yang ada di dalam individu yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Contoh,yaitu faktor pengendalian dan pengaruh oleh manajer yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan seperti halnya gaji atau upah, keadaan kerja dan kebijaksanaan perusahaan dan pekerjaan yang mengandung hal-hal seperti penghargaan, pengembangan dan tanggung jawab, sehingga dengan begitu seorang karyawan akan menjadi bersemangat dalam melakukan pekerjaannya dan berusaha dengan sebaik mungkin.

Sebuah organisasi haruslah terdapat sistem motivasi terhadap para karyawan/anggota agar tetap konsisten dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Hal ini adalah menjadi tanggung jawab seorang pimpinan organisasi atau seorang manajer yang  perlu mengenal motivasi eksternal untuk mendapatkan tanggapan yang positif dari karyawannya. Tanggapan yang positif ini menunjukkan bahwa bawahan sedang bekerja demi kemajuan perusahaan. Manajer dapat menggunakan motivasi eksternal yang positif maupun negatif. Motivasi positif merupakan penghargaan atas prestasi yang sesuai, sedangkan motivasi negatif mengenakan sanksi jika prestasi tidak dapat dicapai.

3.3     Pendekatan Motivasi

Dalam sebuah aktifitas manajemen seorang manajer dapat menggunakan beberapa pendekatan motivasi yaitu :

1.      Pendekatan perbedaan individu

Pendekatan ini menggunakan teori kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow, yaitu meliputi : (1) kebutuhan fisiologis, (2) kebutuhan rasa aman, (3) kebutuhan afiliasi, (4) kebutuhan harga diri, dan (5) kebutuhan aktualisasi. Seorang karyawan tentunya memiliki sifat, jenis dan intensitas kebutuhan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik dan kompleks. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual. Dengan begitu kita bisa menarik beberapa asumsi dari teori kebutuhan yaitu :

  • Adanya perbedaan kecenderungan kebutuhan pada tiap individu, yang dipengaruhi oleh lingkungan sebelumnya
  • Kecenderungan tersebut dapat berubah, jika salah satu kecenderungan terpuaskan
  • Kecenderungan tersebut biasanya berupa tingkatan, dan berbeda-beda tiap individu

Dalam memotivasi  seorang karyawan memalui pendekatan ini seorang Manajer harus selalu mendata (peka) terhadap kecendrungan kebutuhan karyawannya karena kebutuhan karyawan tentunya berbeda-beda sehingga tidak bisa langsung menyamakan kebutuhan karyawan secara generalisasi. Motivasi yang dilakukan harus mengikuti kecenderungan dimana kebutuhan karyawan tersebut karena dengan begitu motivasi yang diberikan bisa tepat dan benar-benar menjadi hal yang positif bagi karyawan tersebut.

2.      Pendekatan manajerial

Pendekatan ini yaitu mengelola motivasi karyawan melalui pengaturan tujuan atau sasaran organisasi dan sistem mencapainya. Pada pendekatan manajerial ini menggunkan tiga landasan teori motivasi,yaitu teori penetapan tujuan dan pada proses pencapaian tujuan menggunakan teori penguatan dan teori keadilan.

Teori penetapan tujuan dikembangkan oleh Edwin Locke  yang mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki mekanisme motivasional. Seorang manajer dapat memaksimalkan hal ini menjadi suatu motivasi yang cukup berpengaruh bagi kinerja para karyawan, yaitu dengan

  • Membuat tujuan atau sasaran yang spesifik dan jelas, misalnya : target penjulan bulan ini 10.000 unit
  • Membuat tujuan atau sasaran yang relatif sulit, tetapi tetap realistis untuk dicapai (menciptakan tantangan), misalnya : target penjualan diopinikan 2x lipat target tahun lalu, walaupun sudah melalui proses perhitungan yang realistis.
  • Melakukan proses penerimaan tujuan atau sasaran oleh karyawan, Misalnya : forum perumusan target
  • Menyediakan ruang bagi karyawan untuk memberikan umpan balik atas target yang telah ditetapkan.

Teori penguatan terdapat sebuah istilah yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yaitu menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan. Dengan hal ini berarti perilaku karyawan ditentukan oleh konsekuensi (hasil) yang diperoleh, baik konsekuensi positif (penghargaan) atau konsekuensi negatif (hukuman). Cara memotivasi manajer yaitu dengan melakukan pengaturan terhadap konsekuensi tersebut agar karyawan berperilaku sesuai harapan atau sesuai dengan tujuan organisasi. Bentuk pengaturan tersebut bisa meliputi: (a) pemberian penghargaan, (b) pemberian hukuman, dan (c) mendiamkan atau tdk menganggap ada.

Teori keadilan yaitu pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Hal ini berarti perilaku karyawan juga dipengaruhi oleh keadilan dari penghargaan yang diterima. Keadilan adalah rasio (perbandingan) antara input pekerjaan dengan imbalan pekerjaan yang diperoleh. Cara memotivasi manajer dalam hal ini yaitu dengan memberikan penghargaan dan hukuman harus sesuai dengan input perilaku kerjanya. Sehingga manajer dituntut memiliki standar kerja yang konsisten harapannya  agar karyawan bersemangat dalam melakukan pekerjaannya dan akan selalu berusaha secara maksimal.

3.      Pendekatan organisasi dan pekerjaan

Pendekatan ini menggunakan teori dua factor yang dikembangkan oleh Herzberg yang juga dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Agar karyawan dapat termotivasi maka perlu diketahui terlebih dalulu faktor-faktor apa saja yang akan dapat mempengarui karyawan sehingga akan mengetahui bagaimana cara melakukan motivasi.

Factor dalam lingkungan organisasi :

  • Kondisi Kerja: fasilitas pekerjaan, ruangan, pencahayaan, lokasi kerja
  • Supervisi Atasan: bimbingan dan dukungan atasan
  • Keamanan Kerja: kecenderungan PHK, jaminan kesehatan kerja
  • Status atau jabatan

Maka prinsip motivasi dalam lingkungan organisasi yang harus dilakukan manajer adalah dengan cara :

  • Menyediakan fasilitas kerja yang layak sehingga timbul kenyamanan kerja
  • Supervisi yang berisfat membimbing dengan intensitas yang cukup, sesuai kebutuhan
  • Stabilitas dalam jenjang karir dan perubahan jabatan. Intensitas rotasi jabatan dan PHK tidak terlalu sering

Factor dalam pekerjaan :

  • Kesesuaian dengan bakat dan minat
  • Prestasi yang diperoleh dalam pekerjaan tersebut: mencapai target tertentu, memecahkan masalah dan peluang baru
  • Pengakuan akan pekerjaan tersebut
  • Kesempatan untuk maju

Maka prinsip motivasi dalam pekerjaan yang harus dilakukan manajer adalah dengan cara :

  • Mendesain pekerjaan sesuai dengan bakat dan minat karyawan
  • Membuat sistem penghargaan dan pengakuaan terhadap prestasi kerja. Misal: sistem kompetisi kerja, karyawan teladan, dsbnya
  • Menyediakan fasilitas pembimbingan dan peluang pengembangan karir

4.      Pendekatan terintegrasi

Pendekatan ini adalah menggabungkan dari beberapa pendekatan-pendektan yang ada yang artinya adalah menggabungkan teori-teori motivasi dengan tujuan agar bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal karena setiap pendektan maupun teori selalu terdapat kelebihan dan kelemahan. Sehingga dalam hal ini sepenuhnya tergantung dari kreatifitas dan ketelitian seorang manajer dalam menggunakan system motivasi yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks organisasi.

3.4      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi oraganisasi :
I. Tujuan

Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu suatu organisasi dalam bekerjasama. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota.

II. Tantangan

Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah organisasi tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

III. Keakraban

Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota organisasi.

IV. Tanggungjawab

Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Suatu organisasi yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerjasama yang tinggi.

V. Budaya

Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah organisasi setiap anggota merasa bahwa organisasi tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri. Kebiasaan-kebiasaan seseorang didalam organisasi pun dapat mempengaruhi kelakuan seseorang untuk mendapatkan motivasi. Norma-norma yang baik ada didalam organisasi juga bisa mempengaruhi seseorang untuk lebih baik dan lebih maju.

VI. Kepemimpinan

Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota suatu organisasi. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team-nya untuk bekerja dengan tenang dan harmonis.

3. 5      Faktor Pendukung Motivasi

Beberapa faktor pendukung motivasi instrinsik organisasi diantaranya adalah:

(a) Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima (Flippo, 1996:103) atau tingkatan sejauh mana anggota organisasi bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan (Cherrington, 1996:560).Tanggung jawab dalam organsisasi merupakan hal yang patut diperhitungkan dalam melaksansakan tugas-tugas tertentu dalam suatu organisasi. Karena dengan adanya tanggung jawab penuh berarti dorongan untuk melakukan kewajiban terhadap tugas tertentu dapat meningkatkan kinerja dari organisasi.

(b) Pengakuan dan penghargaan

Kebutuhan akan pengakuan berkaitan dengan keinginan manusia, untuk dihormati dan dihargai orang lain sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Prestasi dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai simbol status. Kebutuhan ini artinya adalah respek diri dan respek orang lain.

Perlu perhatian khusus terhadap penghargaan dan pengakuan organisasi melalui pemberian pujian, bonus dan insentif kepada pegawai yang berhak menerimanya.

(c) Gaji dan Upah
Seorang karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan akan bekerja dengan baik dapat dilihat dari tingkat gaji atau upah, pemberian tunjangan, kompensasi dan sebagainya. Dimana gaji merupakan salah satu unsur yang penting dalam meningkatkan motivasi kerja. Sebab gaji adalah alat untuk memenuhi berbagai kebutuhan karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi maka besar juga kemungkinan tingkat komitmen organisasi yang dimilikinya.

(d) Kebutuhan untuk Merealisasikan Diri

Kebutuhan ini merupakan kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang sehingga membutuhkan penyaluran kemampuan dan potensi diri dalam bentuk nyata. Artinya tiap orang ingin tumbuh membangun pribadi dan mencapai hasil. Kebutuhan merealisasikan diri adalah kebutuhan akan aktualisasi diri yang menggunakan kecakapan, kemampuan, ketrampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan yang sulit dicapai orang lain.

(e) Kebutuhan Akan Keamanan

Apabila kebutuhan fisiologikal cukup dipenuhi, maka kebutuhan pada tingkatan berikut yang lebih tinggi yakni kebutuhan akan keamanan, mulai mendominasi kebutuhan manusia. Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman dan proteksi diri, ancaman atau gangguan dari luar.

(f) Percaya Diri

Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya mampu berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Orang yang memiliki kepercayaan diri merasa yakin akan kemampuan dirinya sehingga bisa menyelesaikan masalahnya, karena tahu apa yang dibutuhkan dalam kehidupannya serta mempunyai sikap positif yang didasari keyakinan akan kemampuannya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Iklim Organisasi

a. Kehangatan

Kehangatan (warmth) adalah perasaan terhadap suasana kerja yang bersahabat dan lebih ditekankan pada kondisi keramahan atau persahabatan dalam kelompok yang informal, serta hubungan yang baik antar rekan kerja, penekanan pada pengaruh persahabatan dan kelompok sosial yang informal (Toulson & Smith, 1994:457).

b. Dukungan

Dukungan (support) adalah hal-hal yang terkait dengan dukungan dan hubungan antar sesama rekan kerja yaitu perasaan saling menolong antara manajer dan karyawan, lebih ditekankan pada dukungan yang saling membutuhkan antara atasan dan bawahan (Toulson & Smith, 1994:457).

 

Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktorfaktor dari luar. Adapun yang termasuk ke dalam faktor pendukung motivasi ekstrinsik adalah sebagai berikut :

(a) Hubungan Atasan dan Bawahan

Jika hubungan antara atasan dengan bawahan terjalin dengan baik dengan mempriorotaskan komunikasi yang efektif, maka keserasian dengan motivasi kerja dalam organisasi dapat berjalan dengan baik pula.

(b) Pengembangan

Organisasi perlu melakukan usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan berupa mengikut sertakan pegawai dalam pendidikan, pelatihan dan magang untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

(c) Kebijakan dan Administrasi

Peninjauan kembali tentang kebijakan dan administrasi organisasi yang berpihak kepada kepentingan pegawai, seperti merespon kenaikan pangkat dan golongan pegawai tepat pada waktunya, memberi tanggapan positif atas usulan – usulan pegawai.

(d) Hubungan Rekan Sekerja

Dapat dilakukan misalnya dengan cara mengefektifkan kegiatan olahraga berupa senam pagi yang melibatkan seluruh anggota, sehingga dapat terjalin suasana penuh keakraban.

(e) Kehidupan Pribadi

Kehidupan pribadi seseorang bisa saja menjadi faktor pendorong atau motivasi dalam organisasi.

(f). Lingkungan Kerja

Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, rapi, sehat dan bersih serta melengkapi, dan mengganti peralatan kerja yang sudah tidak layak pakai melalui pengadaan peralatan kerja baru dalam jumlah yang memadai.

(g) Kebutuhan Sosial

Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia untuk menjadi bagian dari kelompok, mencintai dan dicintai orang lain dan bersahabat. Manusia pada dasarnya selalu ingin hidup berkelompok dan tidak seorangpun manusia ingin hidup menyendiri ditempat terpencil. Kebutuhan-kebutuhan sosial terdiri dari empat kelompok yaitu:

1)      Kebutuhan sebagai anggota suatu kelompok

2)      Kebutuhan akan perasaan dihormati

3)      Kebutuhan akan perasaan untuk maju

4)       Kebutuhan akan rasa ikut serta

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor yang tidak dapat ditinggalkan dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang ada, sebab sumber daya manusia handal dan berkualitas merupakan aset organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Brainstorm, 2009. Motivasi dan Organisasi. http://dbrainstorms97.blogspot.com/2009/11/motivasi-dan-organisasi.html

Vandjie. 2011. Motivasi dan Organisasi. http://edutrial.wordpress.com/2012/04/22/motivasi-dan-organisasi/

                        . 2011. Motivasi Dalam Organisasi.  http://kumpulan-makalah-dlords.blogspot.com/2011/02/motivasi-dalam-organisasi.html

Ismanto. (Tanpa Tahun). Motivasi Dalam Organisasi. http://www.ksdasulsel.org/artikel/68-artikel/153-motivasi-kerja

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 769 other followers

%d bloggers like this: