IMAN, AKAR UKHUWAH SEJATI DALAM DAKWAH

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena damaikanlah damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah” (Q.S Al-Hujurat:10)

Indahnya islam ini yang telah mempersaudarakan semua mukmin tanpa adanya perbedaan ras, suku, dan lain sebagainya. Hanyalah iman yang menyatukan mereka dalam ikatan ukhuwah. Iman yang tertanam kokoh dalam sanubari. Dalam menegakkan dien ini, yakni mencapai tujuan akhir dalam dakwah (pengakuan bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang patut disembah dan Muhammad adalah Rasulnya), ukhuwah yang kokoh sangatlah diperlukan dan ukhuwah yang dilandasi iman akan selalu menampakkan pesonanya. Para sahabat Rasulullah telah memberikan kesan mendalam bagaimana iman yang terpatri kuat dalam dada mereka. Kekuatan iman telah membuat  mereka rela mengorbankan banyak hal untuk saudaranya bahkan dalam peperanganpun mereka lebih mendahulukan saudaranya ketika ada yang memberinya minum, padahal ia sendiri sangat membutuhkannya sampai akhirnya ia syahid. Juga bagimana kerelaan seorang sahabat memberikan mahar yang telah ia siapkan untuk dirinya kepada saudaranya padahal ia menikah dengan wanita yang akan dinikahi sebelumnya. Kekuatan iman yang telah membuat orang anshor mengorbankan hartanya untuk orang muhajirin ketika Rasulullah mempersaudarakan mereka, dan ukhuwah yang kokoh dapat membuat gentar orang kafir.  “ seseorang tidak dikatakan beriman sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri” (HR. bukhori dan Muslim).

Ibarat tumbuhan, ukhuwah perlu dipupuk, disiram, dan dirawat setiap saat dengan rasa cinta karena Allah dan disertai keimanan kepadaNya. Semakin kuat keimanan akan semakin kuat pula ikatan ukhuwah. Disananalah akan didapatkan ukhuwah yang sejati. selama 13 tahun Rasulullah menanamkan semua itu diawal islam ada,  yang selanjutnya dakwah mulai mengepakkan sayapnya semakin lantang yang akhirnya islam semakin kuat. Ya, bagaimana mungkin dakwah akan berhasil tanpa ukhuwah yang kuat?.

Belajar dari semut penganyam, dalam membuat rumah mereka bekerja sama satu sama lain. Pembagian kerja dikoordinasi dengan baik. Mereka membuat rumah sedemikian sempurna agar benar-benar dapat  melindungi telur dan agar tidak goyah.

mereka bekerja tanpa pamrih. Mereka begitu solid dalam merekatkan benang perekat antara daun yang satu dengan lain yang akhirnya tercapailah tujuan mereka. Begitupun dalam merajut ukhuwah dalam dakwah. Kekuatan ukhuwah dapat mempengaruhi keberhasilan dakwah dengan izinNya,  Dakwah memerlukan rasa saling memahami, empati terhadap saudara, dan bergerak tanpa pamrih mengharap ridho Allah semata. Dan dengan begitulah akan tercipta ukhuwah sejati yang didalamnya mengalir cinta dari-Nya

Wallahu a’lamubishowab.

Jember, 27 maret 2009

  1. #1 by m on January 18, 2011 - 8:52 am

    ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: