BERBANGGALAH BAGI MEREKA YANG MENJADI INCARAN SYAITAN

Sebagian dari kita mungkin ingin terbebas dari incaran syaitan, karena syaitan mengincar manusia adalah untuk menyesatkan kita agar kita jauh dari petunjuk Allah. Memang, visi syaitan adalah untuk menyesatkan keturunan Adam untuk menjadi teman mereka di neraka. Dan itu telah menjadi komitmen mereka ketika Allah memerintahkan semua ciptaanNYA untuk bersujud kepada Adam. Bisa diambil kesimpulan, syaitan membalas dendam karena  mereka diperintah oleh Allah untuk bersujud kepada Adam, dan nereka adalah konsekuensi yang harus mereka terima karena sikapnya yang membangkang. Hati merupakan unsur yang menjadi incaran syaitan dalam mempengaruhi manusia, karena hatilah yang menjadi penggerak aktivitas manusia. Iman dan taqwa letaknya ada di hati. Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah SAW menyatakan “attaqwa hahuna” (takwa itu di sini) seraya menunjuk dadanya”.

Hati manusia ibarat rumah yaitu memiliki pintu hati, tentu tidak semua isi rumah itu sama, dan isi rumah tentunya mempunyai macam (pengamanan) pintu yang berbeda sesuai dengan komponen yg ada di dalam rumah tersebut. Terdapat 3 jenis pintu, yaitu:

  1. Pintu rumah bangsawan, raja, atau pejabat

Pintu rumah mereka akan selalu ada penjaga yang selalu siaga bahkan disetiap pintu, karena memang isi dari rumah mereka terdapat banyak harta yang sangat bernilai sehingga sering menjadi incaran pencuri untuk masuk mengambil harta yang ada didalamnya.

Pintu rumah jenis ini analogi dari hari para Rasul dan salafussholeh yang memang selalu terjaga hatinya dan menjaganya untuk senantiasa bersih hanya terpaut kepada Allah. Sehingga syaitan semakin tertantang bagaimana caranya agar mereka dapat menguasai hati ini.

  1. Pintu rumah orang-orang miskin

Rumah mereka tidak akan pernah menjadi incaran siapapun, karena didalamnya tidak ada yang bernilai bahkan melirik saja tidak ingin. Tidak hanya isi rumahnya yang tidak bernilai, bahkan rumahnya pun bisa jadi tidak layak huni, mungkin bangunannya sudah lapuk, atau posisi berada di kolong jembatan.  Pintu rumah jenis ini analogi dari hati orang-orang kafir. Mereka tidak akan menjadi incaran para pencuri karena mereka sudah jelas telah menjadi teman yang nantinya akan menemaninya di kemudian hari.

  1. Pintu rumah orang-kaya atau kebanyakan (atau masayarakat menengah)

pintu rumah ini tidak ada penjaga walaupun isi dari rumah ada yang berharga dan mempunyai nilai. Pencuri pun melirik isi dari rumah ini, walaupun tidak menggiurkan seperti isi rumah bangsawan. Pintu inipun terkadang akan mudah dimasuki pencuri karena adakalanya pemilik rumah lupa mengunci pintunya. Ada saaatnya juga sang pemilik sangat protektif melakukan pengamanan, sehingga terkadang pencurri bisa mencari celah ketika sang pemilik sedang lalai dalam membentengi rumahnya.

Analogi dari pintu ini adalah adalah hati dari kebanyakan umat muslim, ada yang sangat kaya, ada yang hanya beberapa harta yang bernilai di dalam rumahnya. Terkadang pemilih hati ini lengah dengan dirinya sehingga syaitan akan mudah mempengaruhinya di saat kelengahannya.

Terkadang ketika terbiasa dengan mengerjakan ibadah sunnah tiba-tiba malas dan mengatakan “ah, sekali-kali tidak apa-apa tidak melakukan ini”. Bahkan berlebihan untuk hal yang mubah “ah, sekali-kali tidak apa-apa”. Bercermin kepada seorang sahabat Rasulullah ketika ketinggalan satu rakaat dalam sholat jamah karena saking senengnya melihat kebun kurmanya yang buahnya mulai ranum, ia langsung menginfakkan seluruh hasil kebunnya karena kelalainnya tadi. Mereka tidak akan memafkan diri akan kelalaian mereka dengan memberi iqab (hukuman) terhadap yang mereka lakukan.

Manusia adalah sasaran yang empuk bagi syaitan yang memang sifat dasar manusia yang mudah lengah dan lupa. Sedangkan syaitan senantiasa terjaga, mereka tidak mudak menyerah dan selalu semangat dalam menyesatkan ummat manusia, team work yang bagus (untuk menggoda manusia terdapat tugas masing-masing), mereka konsisten,  cerdik dan penuh siasat. Sehingga dibutuhkan benteng yang kokok untuk menjaga hati pada masing-masing diri kita. Tetapi umat tidak sepenuhnya sadar dan malah rela menjadi pemilik rumah yang biasa-biasa saja atau bahkan tidak mempunyai harga apapun.

8 langkah syaitan dalam menggoda manusia

  1. Perasaan ragu-ragu, was-wa, khawatir. “jika ragu-ragu,maka tinggalkanlah!!”.

Perasaan ini tentunya tidak berlaku dalam melaksanakan kebaikan.

  1. Membuat lupa
  2. Mamanjangkan angan (berandai-andai)

Terdapaat dalam QS. 47: 24-26, QS 4: 16

  1. Membuat indah (kemaksiatan)

Seni merupakan yang paling ternyadi saat ini, bagaimana orang-orang banyak mengatasnamakan seni atas kemudharatan

  1. Memberi janji

QS. 14: 22

  1. Membuat tipu daya

QS. 7: 27, QS. 6: 112

  1. Menghalangi dari jalan Allah

QS. 7: 27

  1. Menimbulkan permusuhan

Ciri-ciri manusia yang sudah berhasil dipengaruhi syaitan:

  1. Khianat
  2. Tidak bertanggung jawab
  3. Jumud (stagnan), tidak mau berkembang

Sabtu,19 Mei 2012-05-19

In my paradise room

*got the inspiration in “happy Friday with akhwats”

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: