Bersiaga Terhadap Sebuah Misteri

Hidup memang sebuah misteri bahkan tragedi, kadang ia terisi dengan kebahagian namun tak jarang berisi duka dan tangis air mata. Begitupun dengan kematian. Tidak ada yang tau kapan detak jantung seseorang akan terhenti, kematian selalu mengikuti setiap individu tidak peduli kondisi, situasi ataupun tempat. Ia akan menjemput kapan saja dan kapan saja ketika ia mau. Tanpa prediksi!!

Ia memang misteri, ada yang bersemangat berangkat dari rumah menuju tempat wisata yang tujuannya me-refresh pikiran agar tenang tapi terhenti diperjalanan karena karena kecelakaan dan meninggal. Atau mungkin akan terjadi pada diri kita sendiri, besok saat pergi menuju pekerjaan kita, 1 jam lagi, bahkan 5 menit lagi dari saat ini malaikat maut akan menjemput kita. Ia juga tidak akan mengulur waktu karena situasi dan kondisi seseorang yang tidak biasa.  Terkadang, orang yang kita kenal baik dan selalu mengerjakan amal sholehpun dijemput sang Malaikat maut dalam kondisi yang konyol bahkan bisa jadi dalam keadaan yang kita sebut “tidak seharusnya”. Itulah kematian, ia tidak tertunda karena seseorang terbiasa melakukan kebaikan ataupun sebaliknya. Sering kita menunda melakukan kebaikan karena berpikir masih ada hari esok, atau menghentikan sebuah kesalahan, dosa atau kemaksiatan karena berpikir bahwa kita masih bisa menikmati pemberianNYA besok, bahkan beberapa tahun lagi. Kematian yang dialami orang-orang sekitar yang usianya jauh di bawah kita tidak memberikan kepada kita sebuah pelajaran yang seharusnya membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Seakan kita tahu bahwa Allah menganugerahkan waktu yang lama untuk kita berada di dunia dan menikmati hidup, padahal hidup kita dunia hanyalah 1,5 jam jika kita berada di akhirat. Sangat singkat!!

Kesehatan yang kita dapatkan, tubuh yang masih bugar, kesempatan untuk masih bisa menghirup udara bebas menjadikan kita tidak menyadari bahwa Isrofil Sang Pencabut nyawa mengintip kita setiap 20 menit sekali. Jika sudah tiba waktunya, tidak seorangpun bisa lari darinya. Astaghfirullah,, kenapa diri ini merasa aman seakan tidak bertuhan??

Kita tidak pernah serius dengan permintaan kita kepada Tuhan. Setiap selesai sholat kita berdo’a. bahkan dalam setiap sholat pun kita telah berikrar kepadaNYA untuk berada dalam jalan yang dirihoiNYA dan meminta agar ditunjukkan jalanNYA

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami kepada jalan yang lurus”. (QS. Al Fatihah: 5-6)

 Tapi pada kenyataannya, kita mengkhianati janji kita seakan sholat hanyalah ritual rutin sekedar penggugur dosa. Kita lebih senang berlama-lama dalam indahnya fatamorgana dunia.

Orang-orang generasi pertama Islam sangat serius dalam mempersiapkan kematian mereka. Seorang Mus’ab bin Umair yang selalu bermuhasabah setiap kali hendak tidur, juga Umar bin Khattab yang kita sering menemukan nasehatnya “hisablah dirimu sebelum engkau dihisab”. Hudzaifah selalu berkesan kepada kaum muslimin:

“Tidaklah termasuk yang terbaik di antara kalian yang meninggalkan dunia untuk kepentingan akhirat, dan tidak pula yang meninggalkan akhirat untuk kepentingan dunia… tetapi hanyalah yang mengambil dari keduanya”.

Sabda Rasulullah “orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati”.

Memang, hidup merupakan perjalanan panjang yang melelahkan. Bukanlah sekedar rangkaian mimpi indah tanpa tujuan. Betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk mendapatkan syurgaNYA. Tapi seorang mukmin tidak akan pernah menyerah untuk berusaha menggapainya. Ia akan mengorbankan diri dan hartanya, mengerahkan seluruh kekuatannya untukNYA sehingga kematian merupakan kebebasan baginya karena ia telah mempersiapkan diri menghadapNYA karena ia ridho dan Allahpun ridho padanya.

21 maret 2013

terinspirasi saat jalan2 ke bromo melihat tragedi kecelakaan

In my paradise room

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: