Jalan Kembali: Ketenangan Ada di Sana

Hidup,,

Sebuah perjalanan yang penuh teka-teki yang tiada pernah seseorang dapat menebak apa yang akan terjadi dengan dirinya. Memang, hidup itu sebuah misteri. Terkadang bahagia dan terkadang sedih, terkadang mengalami kemudahan dalam mengatasi persoalan dan terkadang mengalami kesulitan bahkan merasa telah ada pada jalan yang buntu.  memang begitulah hidup sampai orang-orang banyak berpendapat tentang hidup. “The Birth of Tragedy”, menurut filsul Jerman dalam sebuah bukunya. Atau “Life is Terrible Joke” menurut Arthur Schopenhauer. Atau mungkin kita akan berpendapat bahwa “Life is Beautifull ”.  Namun bagi setiap individu muslim, hidup bukanlah sebuah canda tawa penuh kesenangan. Karena mereka harus memahami dari mana berasal, untuk apa hidup, dan hendak kemana??

Ya, kita berasal dari Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan kita dan kita telah pernah berjumpa dengannya ketika masih di alam arwah.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami katakana yang demikian itu) agar dihari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini”.

Ingatkah kita dengan kejadian ini? Pasti tidak, tapi Allah telah mengingatkan kita melalui Al-Qur’an.  Tuhanlah yang pertama kali menjumpai kita, dan Dialah sebenarnya yang dirindukan oleh setiap hambaNYA, berjumpa kembali dengan Dzat yang Maha Segalanya. Dan memang, jalan menujuNYA adalah jalan yang tidak mudah. Jalan itu terjal, berliku, penuh duri, penuh cabang, dan banyak hal indah mempesona yang dapat melenakan agar seseorang tidak mencapai tujuan. Tidak sedikit mereka yang  terjatuh dalam indahnya dosa, terjebak dalam kemewahan harta duniawi, dan terlena dengan berbagai kerangka piker berupa isme-isme  yang tampak lebih maju. Banyak dari kita mengalami disorientasi dalam perjalanan itu. Diperlukan kekuatan ruhiyah, jiwa yang kokoh penuh keikhlasan yang dapat membuat seseorang bertahan untuk mencapai tujuan.

                                                                                Jember, 8 Maret 2013

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: